Minggu, 04 Agustus 2013

Informasi Tiket dan Peraturan Laga Indonesia vs Filiphina

 http://sidomi.com/wp-content/uploads/2013/05/timnas-indonesia-filipina-m.-ridwan.jpg



Panitia pelaksana pertandingan Timnas Indonesia melawan Filipina di Stadion Manahan Solo, rencananya akan menyiapkan 24 ribu lembar tiket. Menurut informasi yang didapat, Tiket termurah dimulai dari Rp20 ribu hingga termahal Rp100 ribu.

Ketika dimintai konfirmasinya Ketua Panitia Lokal, Paulus Haryanto membenarkan hal tersebut.
Dirinya mengatakan jika jumlah tiket yang disediakan untuk laga persahabatan sebanyak kapasitas Stadion Manahan Solo.
“Kami mencetak sekitar Rp24 ribu lembar tiket, sesuai kapasitas stadion Manahan Solo. Ada empat pilihan harga tiketnya, masyarakat silahkan memilih” ungkap Paulus Haryanto  belum lama ini.
Paulus Haryanto juga menjelaskan jika harga tiket bervariasi antara Rp20 ribu hingga Rp100 ribu, tergantung lokasi tribun.
Harga tiket termurah berada di Tribun Selatan dan Utara yang lokasinya di belakang gawang, sebesar Rp20 ribu.
Sementara Tribun Timur dihargai Rp30 ribu, Tribun VIP kanan dan kiri Rp50 ribu serta Tribun VIP tengah Rp100 ribu.
Ketika disinggung mengenai antusiasme publik sepakbola Solo, Paulus Haryanto mengaku optimistis jika besaran tiket yang disediakan tersebut akan laris.
Alasannya karena animo publik Kota Solo dan sekitarnya dalam mendukung Timnas Indonesia tergolong sangat tinggi.
Hal tersebut dibuktikan pada 2011 lalu pada saat laga uji coba Timnas Indonesia melawan Palestina. Ketika itu tiket yang disediakan habis terjual semua.
Bahkan di luar stadion masih ada ribuan pendukung yang menyaksikan laga melalui layar besar, mereka berada di luar stadion karena tidak dapat tiket.
“Ayo datang dan dukung Timnas Indonesia, tapi tetap jaga keamanan dan kenyamanan” pungkasnya



Timnas Indonesia rencananya akan menjamu Filipina di Stadion Manahan Solo 14 Agustus 2013 mendatang. Panpel pertandingan Solo pun akan memperketat sistem pengamanan bagi para suporter yang ingin menyimak pertandingan itu di stadion.
Dengan bantuan TNI/Polri, panpel pertandingan rencananya melarang penonton membawa masuk kembang api ke dalam stadion.
Ketika dimintai konfirmasinya Koordinator Panpel Pertandingan Solo, Paulus Haryoto membenarkan hal tersebut.
Dirinya mengatakan pertandingan uji coba nanti termasuk kalender FIFA. Karena hasil pertandingan akan berpengaruh pada peringkat masing-masing tim di rangking FIFA, maka suporter Indonesia harus bersikap sportif.
“Kembang api dan benda-benda lain yang membahayakan tak diperkenankan dibawa masuk ke stadion. Nanti kami menyiapkan petugas khusus di setiap pintu masuk”
“Tujuannya untuk merazia penonton yang membawa kembang api atau benda lain yang dianggap membahayakan. Kalau ada yang terjaring, benda yang dianggap berbahaya itu akan disita petugas” ungkap Paulus Haryoto, seperti yang dilansir Solopos.
Langkah tegas yang dilakukan Panpel memang beralasan. Pasalnya saat Stadion Manahan dijadikan tempat pertandingan Timnas Indonesia U-23 melawan Timnas Singapura U-23, suporter Indonesia menyalakan kembang api dan bom asap yang mengganggu jarak pandang pemain.
Beruntung hal tersebut tak berdampak fatal bagi Indonesia, yakni berupa pemberian sanksi dari FIFA. Penyebabnya karena uji coba tersebut tak masuk dalam daftar kalender FIFA.
“Kalau sudah mendekati waktunya nanti, kami akan sosialisasikan larangan membawa kembang api ke teman-teman suporter, terutama Pasoepati” pungkas Paulus Haryoto.

0 komentar:

Anda Pengunjung

Kontributor

gabung teman pasoepati

Diberdayakan oleh Blogger.