Rabu, 03 April 2013
Sekilas tentang SEJARAH PASOEPATI
Bagian II:
"Sejarah Pasoepati Berawal dari Aremania"
"Sejarah Pasoepati Berawal dari Aremania"
Membangun organisasi
Supporter Simpatik,Atraktif,Kreatif & Anti Anarki.
Kelahiran
Pasoepati 9 Februari 2000,di Kota Solo yang awalnya di prakasai oleh
Mayor Harisutanto dkk,awalnya (para pendiri) tidak menyangka kalau
Pasoepati bisa sedemikian besar. Pada awal-awalnya Pasoepati(didalam
mendukung) PELITA SOLO "hanya bersorak tanpa nyanyian&tarian tapi dengan iringan drum & terompet" yang anggotanya tidak lebih dari angka ratusan.
Pada laga PELITA SOLO VS AREMA MALANG,Pasoepati & masyarakat bola Kota Solo "disuguhi hiburan yangg menarik"
oleh pendukung Arema yaitu Aremania selain suguhan pertandingan
sepakbola yangg menjadi menu utamanya. Aremania selain membuat kami
tertarik sekaligus terpesona, tentunya merupakan bukti nyata sebuah kelompok supporter bisa kreatif serta fanatik tapi bukan fanatik yang berati sempit. Sepulang dari Stadion Manahan,penggemar bolamania Kota Solo selalu menceritakan tentang laga Pelita Solo vs Arema baik di HIK (wedangan khas Solo),pos ronda maupun di tempat tempat tongkrongan kawula muda Solo, dan yang menjadi pembicaraan justru Aremanianya.
Beberapa
hari setelah pertandingan melawan Arema, Pasoepati mengadakan rapat
yang dihadiri oleh para kepala suku serta beberapa orang professional
untuk membahas pembuatan lagu,gerak serta ide-ide kreatif lainya untuk
ditampilkan pada laga pelita berikutnya dengan slogan "REVOLUSI SUPPORTER INDONESIA " & "PARADIGMA BARU SUPPORTER INDONESIA YANG SIMPATIK,KREATIF,ANTI ANARKI & CINTA DAMAI".
Tour pasoepati ke Surabaya adalah tonggak sejarah Pasoepati mengadakan
tour yang pertama dengan pasukan 5000 lebih,memakai jasa transportasi
kereta api & 37 armada bis serta mobil pribadi tidak terdeteksi
jumlahnya.Yang menarik adalah seluruh rangkaian Kereta Api yang
berjumlah 12 gerbong penumpang adalah bookingan Pasoepati dengan nama KERETA PASOEPATI I
Kini pasoepati sudah berusia 13 tahun & telah mendukung 3 tim yang berbeda (PELITA SOLO,PERSIJATIM SOLO FC & PERSIS SOLO). Pasoepati yang awalnya singkatan dari Pasukan Supporter Pelita Sejati kini menjadi Pasukan Supporter Sala Paling Sejati yang tidak hanya mensupport sepakbola kota solo tetapi juga olah raga & budaya Solo Raya (Solo, Kab. Kr.Anyar, Kab.Boyolali, Kab.Sukoharjo, Kab.Sragen, Kab.Wonogiri & Kab.Klaten). Kok bisa ?
Dikarenakan Pasoepati terdiri dari korwil-korwil yang tersebar di se ex karesidenan Surakarta yaitu Kota
Solo 5 Korwil,Kab.Karanganyar 3 Korwil,Kab.Boyolali
1Korwil,Kab.Sukoharjo 4Korwil Sragen 1 Korwil,Kab.Klaten 1
Korwil,Wn.Giri 1 Korwill, Jabodetabek 1Korwi serta Jogja 1Korwil.(5 Tahun lalu mungkin sekarang sudah berubah korwil2 pasoepati). Yang setiap korwil mempunyai minimal 10 suku,suku mempunyai anak suku (anggota) minimal 15,tetapi yang terjadi setiap suku mempunyai anak suku diatas 25 bahkan banyak suku yang mempunyai anak suku lebih dari 100 orang.
Di dalam perjalanan Pasoepati,bukanya mulus bagai jalan tol,tetapi berbagai masalah &
konflik internal juga mewarnai perjalanan organisasi supporter
kebanggaan kota solo ini.sempat ada 2 kubu yang pro & kontra tentang
adanya AD/ART didlm tubuh organisasi pasoepati,tetapi dengan ending
yang baik menghasilkan KONGGRES PASOEPATI I yang diselenggarakan di
Stadion Manahan pd tahun 2001,yang menempatkan Mayor Harisutanto & Anwar Sanusi sebagai Presiden & Wkl.Presiden PASOEPATI I.
Masalah
muncul lagi setelah Mayor H mundur dari jabatan Presiden Pasoepati,
Beberapa orang yang ambisi ingin menduduki orang no 1 di pasoepati
melawan orang-orang yang murni menginginkan besarnya Pasoepati. Munculah
nama KGPH SATRIO HADINAGORO & Ir.BIMO PUTRANTO yang
di yakini oleh sebagian besar korwil bisa menyelesaikan konflik
internal dan bisa menyatukan pasoepati kembali dan terpilihlah beliau
berdua menjadi Presiden & Wakil Presiden ke : 2 dari hasil Konggres Luar Biasa pada tahun 2002. Dan pada KONGGRES PASOEPATI II Tahun 2004,Ir.Bimo Putranto & Langgeng Jatmiko terpilih menjadi Presiden & Wakil Presiden Pasoepati ke : 3.
Di
dalam menangani konflik internal selain Presiden & Wakil Presiden
Pasoepati,didalam tubuh Pasoepati juga mempunyai sosok yang cukup
berpengaruh dan sudah didaulat sebagai Bunda Pasoepati yaitu Kris Pujiati S.Psi. Bunda (demikian anggota pasoepati memanggil) pada
saat-saat ada permasalahan di tubuh pasoepati selalu menjadi tempat
untuk mengadu/curhat oleh semua elemen Pasoepati.Selain sebagai Bunda
Pasoepati Kris Pujiati S.Psi juga didudukan sebagai PENASEHAT PASOEPATI.
Supporter memang unik serta menarik,berbagai strata pendidikan , suku, ras, golongan tumplek blek jadi satu, dengan satu tujuan memberikan support kepada tim kesayangan dengan tertib, damai, kreatif, atraktif serta anti anarchism.
Bagaimana
dengan dana ? Sumber dana Pasoepati didapat dari discount tiket tanda
masuk setiap laga kandang yang besarnya tergantung dari penjualan Tiket Pasoepati
(belakang gawang utara & selatan ) yang oleh DPP Pasoepati
didistribusikan melalui Korwil-Korwil,discount tiket hak Korwil &
Suku sedangkan penjualan Tiket Pasoepati
di Manahan,discount tiket hak DPP Pasoepati.Discoun tiket tsb diatas
yang dimanfaatkan untuk operasikan roda organisasi. Selain dari discount
tiket sumber dana dihasilkan dari sisa iuran tour bila tim berlaga di luar kandang. Sumber dana lainnya adalah dari donator yang sifatnya tidak mengikat,serta sponsorship.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar