Rabu, 23 Oktober 2013
Luar Biasa Kongres Pasoepati, Mayor Ingatkan Serbuan “Tokoh 2014”
KONGRES PASOEPATI
LUAR BIASA
SOLO - Salah satu pendiri Pasoepati, Mayor Haristanto mewanti-wanti seluruh anggota Pasoepati agar tak terjebak pada tokoh pendatang baru pada Pemilihan Presiden Pasoepati yang digelar pertengahan Oktober 2013. Pasalnya, salah satu agenda pada Kongres Pasoepati ini berdekatan dengan Pesta Demokrasi yang berlangsung 2014 mendatang.
“Saya harap semua Pasoepati tidak terjebak pada tokoh pendatang baru. Khawatirnya organisasi ini malah jadi alat politik yang dimanfaatkan pada 2014 mendatang,” terang Mayor kepada PastaMedia, Selasa (24/9/2013) 1 bulan lalu. Apa yang dikhawatirkan presiden pertama Pasoepati ini memang bukan tanpa alasan.
Beberapa kelompok suporter besar yang ada di Indonesia pernah terjebak pada tokoh pendatang baru.
Bukan hanya tak dibawa ke arah yang lebih baik, organisasi suporter tersebut justru dijadikan alat menggalang masa partai politik tertentu. Mayor berharap hal yang sama tak terjadi pada kelompok suporter yang berdiri pada tahun 2000 ini. “Memang sulit mencari tokoh yang tepat jadi presiden Pasoepati. Selain tidak mendapat apa-apa, dibutuhkan banyak waktu untuk turun langsung ke lapangan.
Tapi saya yakin bila semua bekerja dengan baik, tokoh itu akan ketemu,” lanjutnya. Ditanya keinginan dirinya kembali menjadi presiden suporter yang identik dengan warna merah ini,
Mayor dengan tegas menolak. Dirinya berharap ada calon pemuda yang tak terlibat dalam partai politik mengembalikan kejayaan Pasoepati seperti era 2000-an.
“Sudah saatnya Pasoepati bangkit seperti dulu lagi. Jadi suporter militan yang cinta damai,” ucapnya.
Sementara itu,Ketua Panitia Kongres Pasoepati Amir Tohari mengatakan berbagai persiapan sudah dilakukan menghadapi Kongres. Selain menyiapkan kru sebagai panitia, berbagai kriteria presiden PasoepatiAnggota Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Solo bakal meramaikan bursa calon presiden Pasoepati. Pemilihan presiden kelompok suporter yang berbasis di Soloraya itu akan dilangsungkan dalam kongres, Minggu (27/10/2013).
Namun, sebelum menggelar kongres, Pasoepati terlebih dahulu fokus menyukseskan prakongres yang bertujuan merevisi AD/ART di Balai Persis, Jumat (25/10) pukul 19.00 WIB.
Ketua panitia kongres Pasoepati, Amir Tohari, mengatakan pelaksanakan prakongres bakal berdampak pada kongres. Dalam pembahasan AD/ART dibahas tentang tata cara pemilihan presiden dan wakil presiden Pasoepati, serta penetapan hasil pemilihan.
“Dalam dua hari terakhir, sudah ada elemen masyarakat di luar Pasoepati yang berminat ikut sebagai calon presiden. Di antaranya, dari KNPI dan HIPMI. Seandainya ada yang mencalonkan diri dari luar korwil seperti itu, calon yang bersangkutan tetap akan kami tawarkan ke korwil. Tujuannya, agar calon yang bersangkutan memperoleh dukungan minimal dua korwil. Ini syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu,” kata Amir kepada PastaMedia, Jumat (18/10/2013).
Amir mengharapkan, jumlah presiden yang muncul ke permukaan lebih dari dua orang. Pasalnya, pelaksanakan kongres kali ini juga ditujukan sebagai media belajar demokrasi bagi anggota Pasoepati. Nantinya, pemegang suara pemilihan presiden dipegang 18 korwil.
“Semakin banyak calon yang muncul, justru semakin baik. Beberapa calon yang muncul ke permukaan, di antaranya masih ada muka-muka lama,” katanya.
Terpisah, Sekjen DPP Pasoepati, Anwar Sanusi, mempersilakan panitia kongres bekerja maksimal untuk menyukseskan pelaksanakan prakongres dan kongres. Disinggung tentang jumlah calon presiden yang muncul saat ini, dirinya enggan menjelaskan secara detail.
Namun, sebelum menggelar kongres, Pasoepati terlebih dahulu fokus menyukseskan prakongres yang bertujuan merevisi AD/ART di Balai Persis, Jumat (25/10) pukul 19.00 WIB.
Ketua panitia kongres Pasoepati, Amir Tohari, mengatakan pelaksanakan prakongres bakal berdampak pada kongres. Dalam pembahasan AD/ART dibahas tentang tata cara pemilihan presiden dan wakil presiden Pasoepati, serta penetapan hasil pemilihan.
“Dalam dua hari terakhir, sudah ada elemen masyarakat di luar Pasoepati yang berminat ikut sebagai calon presiden. Di antaranya, dari KNPI dan HIPMI. Seandainya ada yang mencalonkan diri dari luar korwil seperti itu, calon yang bersangkutan tetap akan kami tawarkan ke korwil. Tujuannya, agar calon yang bersangkutan memperoleh dukungan minimal dua korwil. Ini syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu,” kata Amir kepada PastaMedia, Jumat (18/10/2013).
Amir mengharapkan, jumlah presiden yang muncul ke permukaan lebih dari dua orang. Pasalnya, pelaksanakan kongres kali ini juga ditujukan sebagai media belajar demokrasi bagi anggota Pasoepati. Nantinya, pemegang suara pemilihan presiden dipegang 18 korwil.
“Semakin banyak calon yang muncul, justru semakin baik. Beberapa calon yang muncul ke permukaan, di antaranya masih ada muka-muka lama,” katanya.
Terpisah, Sekjen DPP Pasoepati, Anwar Sanusi, mempersilakan panitia kongres bekerja maksimal untuk menyukseskan pelaksanakan prakongres dan kongres. Disinggung tentang jumlah calon presiden yang muncul saat ini, dirinya enggan menjelaskan secara detail.
akan ditetapkan guna menyaring
kandidat yang maju.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar