Kamis, 03 Januari 2013
Wali Kota: Duo Persis Solo Sama-sama Keliru
SOLO - Wali Kota Solo yang juga Mantan Ketua Umum Persis Solo Fx Hadi 'Rudy' Rudyatmo akhirnya buka suara seputar dualisme tim berjuluk Laskar Sambernyawa. Di mata Rudy, Persis versi Liga Indonesia (Liga) dan Persis versi Liga Prima Sportindo (LPIS) dianggap sudah salah melangkah.
Menurut Rudy, kekeliruan Persis Liga adalah sudah melakukan seleksi tim meski Muscab PSSI Surakarta belum merestuinya. Selain itu, managemen tidak serta bisa seenaknya membentuk tim meski didukung 26 klub internal Persis.
Rudy menegaskan, untuk membentuk tim Persis harus ada landasan hukum yang jelas. "Tidak boleh asal bentuk, apalagi hanya dibentuk segelintir orang tanpa melibatkan kepengurusan dari Pengcab PSSI Surakarta. Tim mana pun yang akan mengatasnamakan Persis harus melalui persetujuan Pengcab PSSI Surakarta melalui Muscab serta dukungan dari 26 klub internal Persis. "Kalau itu dilanggar, maka itulah Persis yang ilegal," katanya.
Sedangkan Persis versi LPIS kekeliruan terletak pada pembentukan tim yang hanya dipelopori segelintir orang dan konsorsium meski dalam perjalanannya banyak didukung suporter Pasoepati. "Korsorsium dan manager tidak bisa seenaknya membentuk Persis. Kalau nekat bentuk tim, silakan saja tapi jangan pakai nama Persis, pakai nama yang lain saja," ungkap Rudy.
Rudy sangat menginginkan, agar dualisme Persis Solo tidak kembali terjadi di musim depan. Statemen dari orang nomor satu Kota Bengawan ini tidak lain agar unifikasi atau bersatunya tim yang berdiri sejak 1923 bisa terwujud. Pengalaman musim lalu dengan adanya dualisme Persis membuat keduanya terseok-seok di kompetisi yang diikuti, baik di kompetisi yang dioperatori PT Liga maupun PT LPIS.
Selain tidak berprestasi, keduanya juga punya problem serupa yakni keterlambatan gaji bagi pemain dan pelatih. "Intinya Persis harus bersatu lagi dan jangan ada masalah lagi seperti gaji telat seperti musim lalu," pintanya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar